Piala Dunia Kolombia berakhir berkat pemilihan tim defensif Jose Pekerman

Sebelum laga putaran ke-2 yang paling akhir, bekas penyerang legendaris asal Kolombia Faustino Asprilla men-tweet perkiraan jika “dengan sepakbola yang bahagia serta indah yang tetap jadi karakter kami, hari ini kami akan menaklukkan Inggris yang dingin.” Tetapi pilihan team Kolombia membuat suatu nonstarter. Memang ada banyak sepak bola yang bahagia serta indah dari Kolombia di Piala Dunia ini. Dalam laga ke-2 mereka, mereka membuahkan salah satunya tampilan sangat mengesankan selama ini untuk menaklukkan Polandia 3-0. Itu, sayangnya, hanya satu waktu mereka mempunyai Juan Quintero bersama dengan James Rodriguez. Dua gelandang serang kaki kiri membuat bola mendesis, membuahkan inspirasi serta membuat kesempatan, membawa ke permainan sayap kanan sayap Juan Cuadrado serta penyerang predator Radamel Falcao. Akan tetapi Rodriguez, dengan kesialan mengagumkan dari kualitas tontonan, tidak fit melawan Inggris. Untuk seseorang pria bernama sesudah James Bond, itu merupakan masalah dari Rusia dengan frustrasi.

Pelatih Kolombia Jose Pekerman jelas takut akan prospek melawan Inggris tanpa pemain bintangnya, menjadi dia mengatur timnya dengan tiga gelandang bertahan murni. Sadar jika Falcao tawarkan dikit saat diisolasi, ia menggerakkan Cuadrado dekat dengannya, memajukan bek kanan Santiago Arias, dengan Carlos Sanchez menutupi ruangan rawan disamping itu. Wilmer Barrios mainkan peranan memegang, serta ada pula tempat untuk Jefferson Lerma untuk merampungkan blok posisi tengah. Ini merupakan pilihan yang aneh.

Pilihan yang tambah lebih logis merupakan Matheus Uribe, yang cukuplah dinamis untuk bangun mensupport beberapa penyerang, tawarkan Quintero umpan positif serta melakukan pekerjaan menandai juga. Lerma tidak dapat menyiapkan semuanya, serta pilihannya membuat Kolombia impoten dengan bola. Itu memperingatkan pada saat-saat jelek sepakbola Kolombia, sebelum pertengahan 1980-an, saat pelatih Francisco Maturana menggantikan serta bangun bagian baik di seputar talenta posisi tengah Carlos Valderrama. Maturana merintih jika sebelum dia menggantikan, dia melihat “Valderrama di bangku sesaat [gelandang bertahan] Pedro Sarmiento tengah bermain, berdasar pada titik awal jika lawan lebih terpenting dibanding timnya sendiri.” Dengan pilih Lerma, Pekerman menginformasikan jika Inggris lebih terpenting dibanding Kolombia serta jika dia tidak mempunyai sumber daya untuk bekerja bersama dengan team Gareth Southgate.

Artikel Terkait :  Hello world!

Ini dapat titik awal buat banyak kejenakaan di pihak Kolombia, yang sangat tampak merupakan usaha stabil untuk melingkari wasit, semua diperuntukkan untuk perlambat permainan serta mematahkan irama ketika saat Inggris ada dalam kekuasaan. Ini dibikin untuk tontonan yang begitu jelek – serta 2x lebih memilukan karena Pekerman dengan tradisionil dihubungkan dengan sepak bola yang bagus. Tetapi itu tentu kontraproduktif. Karena salah satunya pelajaran dari Selasa malam di Moskow nampaknya merupakan jika team Inggris sekarang ini tidak wajar dihormati serta bahkan juga tanpa James Rodriguez, Kolombia masih tetap mempunyai sumber daya untuk mainkan permainan yang lebih ambisius. Tidak ada perasaan malu karena tersisih dari Piala Dunia – cuma satu team yang bisa membawa pulang piala itu. Tapi mesti ada kekecewaan di Kolombia serta dari pelatih dengan CV Pekerman lewat cara dimana team mendekati permainan. Suatu negara yang mengutamakan kebiasaan, seperti yang disebutkan Tino Asprilla, “sepak bola yang bahagia serta indah” wajar mendapatkan yang lebih baik.

Baca Juga :

Updated: August 13, 2018 — 12:37 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Sbobet | Agen Judi | Agen Casino | Bandar Bola | Judi Online All Rights Reserved. Frontier Theme