Para pemain Seychelles meminta waktu untuk bekerja menghadapi Nigeria

Manajemen sepak bola internasional menyediakan permasalahan yang adil, tapi cuma dikit manajer yang perlu punyai urusan dengan rintangan unik pelatih pelatih Gavin Jeanne. Jeanne, yang menyiapkan timnya untuk kwalifikasi Piala Afrika 2019 menantang Nigeria di hari Sabtu, mesti berkompetisi dengan pemain yang kehilangan session latihan karena mereka belumlah seutuhnya dilepaskan ke timnas oleh majikan mereka. Tidak, bukan club. Biasa, pekerjaan keseharian biasa. Sebagian besar tim Jeanne cuma lakukan moonlighting menjadi pemain sepak bola. Bekas waktu, mereka keluar memperoleh kehidupan keseharian seperti orang yang lain. Serta mereka seringkali tidak dapat memperoleh waktu untuk mewakili negara mereka. “Kami mempunyai semua type pekerjaan diantara beberapa pemain,” Jeanne memberi tahu KweséESPN. “Akan susah bagiku untuk memberitahumu semua.

Saya tahu kita miliki sopir, tukang batu, buruh pelabuhan, pemandu wisata, beberapa orang yang lakukan kerja kausal. Semua.” Berikut contoh-contoh. Bek Bertrand Esther, pesepakbola Seychelles sangat mengagumkan tahun 2017, ialah seseorang pengemudi. Winger Colin Bibi ialah utusan di Mahe Shipping. Dave Mussard ialah koki kue dengan Hotel Patatran di Pulau La Digue. Tim memperoleh rata-rata kombinasi seputar 9.000 rupee per bulan. Itu seputar $ 635 per bulan. Menjadi perbandingan, Nigeria maju Odion Ighalo $ 245.000 satu minggu di Chanching Yatai di China bermakna ia mungkin dapat membayar semua team Seychelles untuk waktu mereka akhir minggu ini. Dapatkah Onyekuru menukar Victor Moses? Ed Dove ambil lihat lebih dekat disamping Super Eagles ‘menjelang kwalifikasi Piala Afrika mereka menantang Seychelles. Walau diinginkan jika beberapa entrepreneur akan suka memberikan waktu pada staf mereka untuk pergi mewakili negara mereka, itu tidak berlangsung pada beberapa entrepreneur Seychelles. Menjadi, koleksi beragam macam pekerja-pekerja ini ambil faedah spesial pada persiapan Jeanne untuk laga di Victoria. “Kami berusaha untuk menyiapkan sekitar yang kami dapat. Ini dikit susah buat kami karena beberapa pemain kami mesti pergi bekerja sebelum mereka hadir untuk kursus,” tuturnya.

Artikel Terkait :  Max Allegri : Juventus Harus Berjuang Keras Tanpa Remehkan Tim Lawan

“Beberapa pemain tidak dibebaskan dari tempat kerja. Sebagian dari mereka datang dari pulau lainnya. Kami berlatih pada pagi hari, mereka pergi bekerja serta kembali di sore hari. “Sebagian dari mereka tidak dapat hadir ke session pagi karena mereka mesti naik pesawat jam 5 pagi menjadi cukuplah susah. Tetapi kami cukuplah terlatih hingga kami mesti mengatur sekitar yang kami dapat.” Seakan-akan bekerja juggling serta menggunakan warna timnas kurang keras, beberapa pemain lakukan ini murni dari semangat patriotik, tiada imbalan yang berarti, kata Jeanne. Apakah mereka dibayar, sich? Jeanne menyampaikan: “Tidak ada. Mereka tidak dibayar apapun. Kami cuma mendapatkan tunjangan kursus kecil. Sedikit. Kami bermain untuk timnas kami dengan gratis.” Jauh dari oposisi Super Eagles, yang semasing akan memperoleh $ 5000 bila mereka menang, dengan pelatih mereka Gernot Rohr memperoleh 2x lipat itu. Tidak satu juga dari itu ialah memberikan Jeanne, yang ambil tikaman ke-2 di pekerjaan mengurus team ini sesudah pekerjaan pertamanya di 2012, tiap-tiap malam tiada tidur. Bila ada, dia semangat: “Kami akan tidak rugi. Tetapi mereka tidak dapat kalah menantang kami.

Buat kami, kami suka. Tidak ada intimidasi. Kami ingin memainkannya. “Nigeria ialah negara sepakbola paling besar di Afrika. Ini bisa menjadi populasi paling besar di Afrika menantang yang paling kecil. Kami menanti-nantikan untuk melawannya. Kami ingin menikmatinya, bersenang-senang, serta berusaha untuk memperoleh hasil mengenai itu. “Bila itu tidak menguntungkan kami, itu bisa menjadi pengalaman besar buat beberapa pemain serta untuk negara tersebut. Karena ini ialah laga paling besar yang sempat berada di Seychelles. Kalah atau menang kami ingin belajar. “Buat beberapa pemain, ini ialah peluang untuk tunjukkan potensi mereka di panggung global karena kami ketahui permainan akan ditayangkan di semua dunia.” Seychelles, seperti Nigeria, kalah dalam laga pembuka mereka dari seri itu, yang ditaklukkan 5-1 oleh Libya. Tetapi sesaat Super Eagles, yang menanggung derita kekalahan 2-0 di kandang ke Afrika Selatan, mencari untuk kembali bangkit dari kemunduran itu serta sukses sampai putaran final di Kamerun tahun kedepan, Seychelles akan melunakkan ambisi mereka sendiri. Jeanne meneruskan: “Kami tidak berfikir sejauh itu [ke Kamerun]. Yang kami pikirkan ialah laga selanjutnya. Kami tidak pikirkan mengenai Afcon. Kami melawan laga ini. Kemudian, ini ialah laga selanjutnya. Kami cuma ingin memenangi laga selanjutnya. “Serta keinginan saya ialah supaya pemain saya memberi yang terunggul. Buat mereka untuk menunjukkan jika mereka bisa bermain dengan yang terunggul dalam dunia serta mungkin beberapa pengintai akan lihat mereka. “Bila mereka memberi tembakan terunggul mereka, memberi semua prinsip mereka dalam permainan itu, saya akan begitu bahagia.” Pikirkan bila dia mengklaim menang. Cuma memikirkan.

Artikel Terkait :  Mauricio Pochettino menertawakan hubungan Gareth Bale setelah kalah dari Barcelona melalui adu penalty

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Sbobet | Agen Judi | Agen Casino | Bandar Bola | Judi Online All Rights Reserved. Frontier Theme